Home Health & Medical Ingatkan Risiko Penularan Corona melalui Aerosol, 239 Ilmuwan Surati WHO

Ingatkan Risiko Penularan Corona melalui Aerosol, 239 Ilmuwan Surati WHO

AKURAT.CO, Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), hanya ada 2 jalur penularan Virus Corona yang perlu dikhawatirkan, yaitu menghirup tetesan (droplet) pernapasan dari orang yang terinfeksi atau memegang permukaan terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut. Namun, sejumlah pakar menyayangkan pedoman itu mengabaikan bukti ‘jalur penularan ketiga’.

Dilansir dari South China Morning Post, sejumlah penelitian telah mengungkap partikel yang disebut ‘aerosol’, versi droplet mikroskopis, mampu mengapung di udara dalam waktu yang lama dan melayang puluhan meter. Akibatnya, ruangan berventilasi buruk, bus, dan ruang terbatas lainnya berbahaya, bahkan meski orang-orang telah menjaga jarak 1,8 meter.

Lidia Morawska, profesor ilmu atmosfer dan teknik lingkungan di Universitas Teknologi Queensland, Australia, telah melayangkan surat terbuka kepada WHO. Ia menuduh lembaga itu gagal mengeluarkan peringatan soal risiko tersebut. Tak tanggung-tanggung, 239 peneliti dari 32 negara ikut menandatangani surat itu dan akan diterbitkan pekan ini dalam jurnal ilmiah.

baca juga:

Menurut pakar, transmisi aerosol tampaknya menjawab peristiwa ‘penyebaran super’. Insiden ini terjadi di sebuah restoran di China, padahal para pengunjung duduk di meja terpisah, dan latihan paduan suara di Washington yang sudah menerapkan protokol jaga jarak.

Para petinggi WHO mengakui Virus Corona dapat ditularkan melalui aerosol. Namun, mereka menyebut hal itu hanya terjadi selama prosedur medis, seperti intubasi yang dapat memuntahkan sejumlah besar partikel mikroskopis.

Pakar WHO bernama Dr Benedetta Allegranzi mengaku menghormati pendapat para pakar yang menandatangani surat terbuka itu. Namun, ia menyebut Morawska dan kelompoknya hanya melaporkan teori berdasarkan percobaan laboratorium, bukan bukti dari lapangan. Menurut keterangan Allegranzi, mayoritas kelompok pakar internasional yang memberi nasihat pada WHO menilai belum ada bukti yang cukup meyakinkan bahwa transmisi udara berperan penting dalam penyebaran COVID-19.

Donald Milton, seorang profesor kesehatan lingkungan Universitas Maryland dan seorang ahli aerosol, menjadi salah satu ilmuwan yang ikut menulis surat terbuka itu. Ia menyebut rata-rata manusia menghirup 10 ribu liter udara setiap hari.

“Anda hanya perlu satu dosis Virus Corona dalam 10 ribu liter dan sangat sulit menemukannya dan membuktikannya itu ada di sana. Itulah salah satu masalah kita,” terangnya.

Sejak pertama kali terdeteksi di China pada bulan Desember, pemahaman penyebaran Virus Corona terus berkembang, termasuk menggeser pedoman penggunaan masker. Awalnya, WHO dan CDC menyatakan warga biasa tak perlu memakai masker agar persediaannya cukup untuk petugas medis. Kemudian, CDC menyarankan agar orang dengan gejala COVID-19 memakai masker. Setelah itu, pada bulan April, CDC menyarankan agar setiap orang memakai masker saat sulit menjaga jarak. Pedoman ini pun kemudian diadopsi oleh WHO.

Para pendukung teori transmisi aerosol mengatakan masker yang dipakai dengan benar akan membantu mencegah keluarnya aerosol yang diembuskan serta menghirup partikel mikroskopis. Namun, penyebaran juga dapat dikurangi dengan menambah ventilasi dan sirkulasi udara dalam ruangan dengan sinar ultraviolet di langit-langit. []

Read More

Must Read

Singapore enters worst recession in 55 years, ministry downgrades growth forecast

Among the sectors hit the hardest were construction, transportation and storage, as well as the accommodation and food services sector. — Reuter picSINGAPORE, Aug 11 — The government has downgraded Singapore’s growth forecast for 2020 as the country enters into its worst recession since independence.  From an initial projection that the economy will shrink between…

Court orders Uber, Lyft to reclassify drivers as employees in California

(CNN Business)Uber and Lyft were ordered by a California court on Monday to reclassify their drivers in the state as employees, marking the latest escalation in an ongoing legal battle over a new law impacting much of the on-demand economy.The companies will have 10 days before the order takes effect to allow for an appeal,…

NZIER report states increasing benefits would enhance the economy

RNZThe National Party is criticising the government's list of "shovel-ready projects", meant to kickstart the economy, for not generating enough jobs for women.Boosting benefits could help the economy, a new report by the NZ Institute of Economic Research (NZIER) says. Increasing benefits could create a short-term fiscal stimulus, in turn increasing productivity and GDP, the…

Uber quiere que sus empleados tengan vacaciones y seguro médico

Desde que Uber llegó al mercado, una de las grandes críticas que ha enfrentado está relacionada con las garantías, protección y apoyo que brinda a sus empleados y colaboradores. Para muchas organizaciones y autoridades de gobierno, es un problema importante que Uber no reconozca a sus choferes y repartidores como empleados. El argumento parece sólido;…

Mutual funds deal with a moment of truth

MUMBAI : Like thousands of retail investors across India, Prasouk Jain, 31, a New Delhi-based lawyer took to equity investing when the market nosedived in March 2020. He did so by investing in stocks as well as mutual funds but is far happier with the outcome in direct stocks. “My returns are about 35% in…