Home Health & Medical Peneliti Temukan Penyebab Pasien COVID-19 Kehilangan Indra Penciuman

Peneliti Temukan Penyebab Pasien COVID-19 Kehilangan Indra Penciuman





Peneliti Temukan Penyebab Pasien COVID-19 Kehilangan Indra Penciuman/ Foto: iStock

Jakarta

Gejala umum orang terkena virus Corona atau COVID-19 adalah demam dan batuk. Tapi, tak sedikit pasien yang melaporkan indra penciumannya juga hilang akibat terinfeksi virus ini.

Hilangnya indra penciuman sempat menjadi misteri di dunia medis. Nah, baru-baru ini, peneliti dari Harvard Medical School menemukan penyebabnya.

Para dokter menyebut gejala ini dengan anosmia, yakni salah satu indikator awal yang paling umum dilaporkan. Beberapa studi menunjukkan, selain batuk dan demam, hilangnya indra penciuman bisa jadi cara memprediksi apakah seseorang telah terserang virus atau tidak.

Para peneliti berusaha lebih memahami bau yang berubah pada pasien positif COVID-19, dengan menentukan jenis sel yang paling rentan terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19.

Melalui analisis ini, mereka menemukan bahwa virus menyerang sel-sel yang mendukung neuron sensorik indra penciuman. Sel-sel ini juga mendeteksi dan mengirimkan sinyal penciuman ke otak.

“Temuan kami menunjukkan, novel coronavirus mengubah indra penciuman pada pasien bukan dengan menginfeksi neuron secara langsung, tetapi dengan memengaruhi fungsi sel pendukung,” kata Sandeep Robert Datta, penulis penelitian dan seorang profesor neurobiologi di Harvard Medical School, dikutip dari New York Post.

Ini artinya, virus tidak mungkin bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf penciuman. Pasien dengan COVID-19 bisa memulihkan indra penciumannya kok, Bunda.

“Saya pikir itu kabar baik, karena begitu infeksi hilang, neuron penciuman tak perlu digantikan atau dibangun kembali dari awal,” ujar Datta.

Tapi, Datta menambahkan, dibutuhkan lebih banyak data dan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme ini. Terutama untuk mengonfirmasi hasil kesimpulan studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances.

Peneliti Temukan Penyebab Pasien COVID-19 Kehilangan Indra Penciuman/ Foto: iStock

Dalam publikasi di JAMA Otolaryngology beberapa waktu lalu, 113 peserta penelitian mengalami perubahan terkait indra penciuman dan perasa saat dikonfirmasi positif COVID-19. Sebanyak 55 orang dilaporkan pulih dari gejala, sementara 46 lainnya merasa kondisinya membaik.

Selain itu, 12 orang yang mengaku masih mengalami gejala ini dan semakin parah. Dilaporkan bahwa perlu waktu lama untuk bisa pulih kembali, Bunda.

Para peneliti memperingatkan, pasien yang pulih bisa kehilangan indra perasa dan penciuman dalam jangka panjang. Dikatakan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Emory, Dr.Joshua Levy, intervensi untuk pasien dengan anosmia sangat rendah.

“Mereka yang belum pulih harus mempertimbangkan untuk menjalani ‘pelatihan penciuman’ demi melatih kemampuan indra penciuman mereka,” kata Joshua, dilansir Daily Star.

“Diyakini beberapa orang mengidap anosmia sebagai gejala virus Corona karena virus tersebut telah merusak saraf yang mempengaruhi indra penciuman,” sambungnya.

Simak juga rahasia harmonis rumah tangga Donna Agnesia yang lebih tua 6 tahun dengan suaminya, di video Intimate Interview berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/muf)

Read More

Must Read

Singapore enters worst recession in 55 years, ministry downgrades growth forecast

Among the sectors hit the hardest were construction, transportation and storage, as well as the accommodation and food services sector. — Reuter picSINGAPORE, Aug 11 — The government has downgraded Singapore’s growth forecast for 2020 as the country enters into its worst recession since independence.  From an initial projection that the economy will shrink between…

Court orders Uber, Lyft to reclassify drivers as employees in California

(CNN Business)Uber and Lyft were ordered by a California court on Monday to reclassify their drivers in the state as employees, marking the latest escalation in an ongoing legal battle over a new law impacting much of the on-demand economy.The companies will have 10 days before the order takes effect to allow for an appeal,…

NZIER report states increasing benefits would enhance the economy

RNZThe National Party is criticising the government's list of "shovel-ready projects", meant to kickstart the economy, for not generating enough jobs for women.Boosting benefits could help the economy, a new report by the NZ Institute of Economic Research (NZIER) says. Increasing benefits could create a short-term fiscal stimulus, in turn increasing productivity and GDP, the…

Uber quiere que sus empleados tengan vacaciones y seguro médico

Desde que Uber llegó al mercado, una de las grandes críticas que ha enfrentado está relacionada con las garantías, protección y apoyo que brinda a sus empleados y colaboradores. Para muchas organizaciones y autoridades de gobierno, es un problema importante que Uber no reconozca a sus choferes y repartidores como empleados. El argumento parece sólido;…

Mutual funds deal with a moment of truth

MUMBAI : Like thousands of retail investors across India, Prasouk Jain, 31, a New Delhi-based lawyer took to equity investing when the market nosedived in March 2020. He did so by investing in stocks as well as mutual funds but is far happier with the outcome in direct stocks. “My returns are about 35% in…